
Mengenal Peuyeum: Si Manis Fermentasi Singkong Khas Bandung – Peuyeum adalah salah satu kuliner tradisional khas Bandung yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Sunda. Makanan manis ini terbuat dari singkong yang difermentasi sehingga menghasilkan cita rasa khas yang unik dan tekstur lembut. Peuyeum tidak hanya dikenal sebagai camilan favorit, tetapi juga sebagai oleh-oleh khas Bandung yang banyak dicari oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Keunikan peuyeum terletak pada proses fermentasinya. Berbeda dengan singkong rebus atau singkong goreng, peuyeum melalui tahap fermentasi yang menghasilkan rasa manis alami tanpa tambahan gula. Proses ini juga menciptakan aroma khas yang harum dan sedikit asam, membuatnya berbeda dari camilan singkong lainnya. Popularitas peuyeum tak hanya bertahan di kalangan generasi lama, tetapi juga terus diminati generasi muda yang menghargai makanan tradisional dengan cita rasa autentik.
Proses Pembuatan Peuyeum dan Varian yang Ada
Proses pembuatan peuyeum dimulai dengan pemilihan singkong yang tepat. Singkong yang digunakan biasanya yang berukuran sedang dan memiliki kadar pati tinggi, sehingga fermentasi dapat berjalan optimal. Setelah dikupas dan dicuci bersih, singkong dikukus hingga matang. Pengukusan ini penting agar singkong tidak berair berlebihan, sehingga tekstur peuyeum nantinya lembut namun tidak lembek.
Setelah dikukus, singkong ditempatkan di wadah tertentu untuk difermentasi. Biasanya, singkong dicampur dengan ragi alami atau ragi peuyeum yang mengandung mikroorganisme penghasil gula. Proses fermentasi ini berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu, tergantung suhu dan kelembaban lingkungan. Selama fermentasi, pati dalam singkong diubah menjadi gula sederhana, menghasilkan rasa manis alami yang khas. Aroma fermentasi pun muncul, memberikan ciri khas peuyeum yang tidak bisa ditiru oleh camilan manis lainnya.
Selain peuyeum kering yang biasa dijual dalam kemasan, terdapat juga varian peuyeum basah yang lebih lembut dan mudah hancur saat digigit. Peuyeum basah biasanya dikonsumsi langsung atau digunakan sebagai bahan tambahan dalam olahan kue tradisional Sunda. Keberagaman varian ini membuat peuyeum semakin fleksibel untuk dinikmati dalam berbagai kesempatan, mulai dari camilan sore hingga hidangan pendamping minum teh atau kopi.
Tekstur peuyeum yang lembut dan mudah dikunyah menjadikannya mudah diterima oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan orang tua. Rasa manis alami hasil fermentasi juga membuat peuyeum lebih sehat dibandingkan camilan dengan gula tambahan, sehingga dapat dinikmati dengan lebih tenang. Kombinasi rasa dan tekstur inilah yang membuat peuyeum menjadi camilan khas yang selalu diminati dari generasi ke generasi.
Manfaat Fermentasi dan Nilai Budaya Peuyeum
Selain kelezatannya, peuyeum juga memiliki manfaat kesehatan dari proses fermentasi. Mikroorganisme yang terlibat dalam fermentasi membantu memecah pati dan menghasilkan senyawa yang lebih mudah dicerna. Konsumsi peuyeum dalam jumlah wajar dapat membantu pencernaan dan menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa makanan fermentasi memiliki efek positif terhadap sistem imun dan kesehatan metabolisme.
Peuyeum juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Di Bandung dan sekitarnya, peuyeum sering dijadikan oleh-oleh khas untuk keluarga dan kerabat. Tradisi ini tidak hanya melestarikan kuliner lokal, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya di masyarakat. Banyak keluarga yang masih membuat peuyeum sendiri di rumah, menjaga resep turun-temurun yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa peuyeum bukan hanya makanan, tetapi juga simbol identitas dan kreativitas kuliner masyarakat Sunda.
Selain sebagai camilan, peuyeum juga kerap digunakan dalam berbagai olahan kuliner kreatif. Beberapa pedagang modern mengolah peuyeum menjadi es krim, kue lapis, atau minuman fermentasi manis. Transformasi ini memperluas daya tarik peuyeum ke generasi muda dan wisatawan, sekaligus menjaga relevansinya di era kuliner modern. Dengan begitu, peuyeum tidak hanya bertahan sebagai camilan tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari inovasi kuliner kontemporer Bandung.
Keberadaan peuyeum juga mendukung ekonomi lokal. Banyak pengrajin dan pedagang kecil yang mengandalkan produksi peuyeum sebagai sumber pendapatan utama. Dengan meningkatnya permintaan, industri peuyeum turut memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan melestarikan keterampilan tradisional yang bernilai. Hal ini menjadikan peuyeum sebagai contoh bagaimana kuliner tradisional dapat berperan dalam pembangunan ekonomi berbasis budaya.
Kesimpulan
Peuyeum adalah camilan tradisional khas Bandung yang memadukan cita rasa manis alami dengan tekstur lembut hasil fermentasi singkong. Proses pembuatan yang unik, dari pemilihan singkong hingga fermentasi, menjadikan peuyeum memiliki aroma dan rasa khas yang tidak mudah ditiru. Selain nikmat, peuyeum juga membawa manfaat kesehatan dari proses fermentasi dan memiliki nilai budaya yang tinggi sebagai simbol kuliner Sunda.
Keberagaman varian peuyeum, baik kering maupun basah, serta penggunaannya dalam olahan modern, membuat camilan ini relevan bagi semua generasi. Lebih dari sekadar camilan, peuyeum menjadi bagian dari tradisi, identitas budaya, dan ekonomi lokal Bandung. Bagi siapa pun yang ingin menikmati rasa autentik kuliner Sunda, peuyeum adalah pilihan yang manis, sehat, dan penuh cerita.