
Cerita di Balik Kelezatan Peuyeum Bandung yang Ikonik – Bandung, kota kreatif yang terkenal dengan kuliner khasnya, menyimpan banyak makanan tradisional yang melegenda. Salah satu yang paling ikonik adalah peuyeum Bandung, singkong fermentasi manis yang menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan. Peuyeum bukan sekadar jajanan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner Sunda yang kaya sejarah, rasa, dan budaya.
Makanan ini mudah ditemui di pasar tradisional, toko oleh-oleh, hingga gerai modern, tetapi cita rasanya tetap menjadi daya tarik utama bagi siapa saja yang mencicipinya. Peuyeum Bandung memiliki ciri khas rasa manis alami, tekstur lembut di dalam dan sedikit kenyal di luar, serta aroma fermentasi yang unik. Kelezatan ini membuatnya menjadi oleh-oleh wajib bagi pengunjung yang datang ke Kota Kembang.
Asal-usul Peuyeum
Peuyeum memiliki sejarah panjang di tanah Sunda. Kata “peuyeum” berasal dari bahasa Sunda yang berarti singkong yang difermentasi. Metode fermentasi ini diyakini sudah dilakukan secara turun-temurun, sebagai cara untuk menyimpan singkong lebih lama tanpa kehilangan rasa dan kandungan gizinya.
Singkong sendiri merupakan salah satu tanaman yang tumbuh subur di Jawa Barat. Selain mudah diolah, singkong juga menjadi sumber karbohidrat yang penting bagi masyarakat tradisional. Dengan fermentasi, singkong bisa bertahan lebih lama, bahkan hingga beberapa minggu, tanpa memerlukan bahan pengawet.
Proses fermentasi ini tidak hanya bertujuan sebagai metode penyimpanan, tetapi juga meningkatkan cita rasa dan aroma singkong. Fermentasi membuat pati singkong diubah menjadi gula alami, sehingga peuyeum memiliki rasa manis yang khas dan aroma yang menggoda.
Proses Pembuatan Peuyeum Bandung
Keistimewaan peuyeum terletak pada proses pembuatannya yang sederhana namun membutuhkan ketelitian tinggi. Beberapa tahapan penting dalam pembuatan peuyeum antara lain:
- Pemilihan Singkong Berkualitas
Singkong yang digunakan biasanya singkong jenis lokal yang matang dan sehat. Kualitas singkong menentukan rasa dan tekstur peuyeum. - Pengupasan dan Pencucian
Singkong dikupas dan dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran atau kulit yang tidak diinginkan. Kebersihan singkong sangat memengaruhi hasil akhir peuyeum. - Pengukusan Singkong
Singkong dikukus hingga setengah matang. Proses ini membantu mensterilkan singkong dari bakteri berbahaya dan membuat teksturnya lebih siap untuk difermentasi. - Fermentasi
Singkong yang sudah dikukus dibiarkan dalam wadah bersih dengan suhu ruang tertentu selama 2–3 hari. Fermentasi alami ini menghasilkan rasa manis, aroma khas, dan tekstur lembut. Beberapa pembuat tradisional menggunakan daun pisang sebagai alas untuk memperkaya aroma peuyeum. - Penyimpanan dan Pengemasan
Setelah fermentasi, peuyeum siap dijual. Biasanya dibungkus dalam plastik atau daun pisang, siap dinikmati sebagai camilan manis atau oleh-oleh.
Ciri Khas Peuyeum Bandung
Peuyeum Bandung memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari singkong biasa atau makanan fermentasi lainnya:
- Rasa Manis Alami: Berkat fermentasi, pati singkong diubah menjadi gula alami, memberikan rasa manis yang lembut.
- Tekstur Lembut dan Kenyal: Luar singkong sedikit kenyal, sementara bagian dalamnya lembut, mudah digigit dan dinikmati.
- Aroma Khas Fermentasi: Aroma sedikit asam dan manis menjadi identitas peuyeum yang membedakannya dari singkong kukus biasa.
- Tahan Lama Tanpa Pengawet: Dengan fermentasi alami, peuyeum bisa bertahan hingga beberapa minggu dalam suhu ruang, menjadikannya oleh-oleh praktis.
Peuyeum Sebagai Camilan dan Oleh-oleh
Selain dikonsumsi langsung, peuyeum sering diolah menjadi berbagai hidangan kreatif. Beberapa ide konsumsi peuyeum antara lain:
- Dimakan langsung: Cara klasik dan paling sederhana, langsung dari kemasan.
- Dijadikan topping atau campuran kue: Peuyeum bisa diolah menjadi isian kue, pancake, atau bolu.
- Dibuat kripik peuyeum: Beberapa inovator mengubah peuyeum menjadi camilan renyah ala keripik, cocok untuk wisatawan modern.
- Dihidangkan dengan kopi atau teh: Pasangan ideal untuk menikmati sore hari di Bandung.
Keunikan peuyeum membuatnya bukan hanya camilan, tetapi juga simbol identitas kuliner Bandung dan Jawa Barat. Oleh-oleh peuyeum selalu dicari oleh wisatawan karena rasa khasnya tidak ditemukan di tempat lain.
Tips Memilih Peuyeum Bandung
Bagi yang ingin membeli peuyeum, ada beberapa tips agar mendapatkan kualitas terbaik:
- Perhatikan Warna dan Aroma
Peuyeum yang baik berwarna kuning pucat atau krem, dengan aroma manis khas fermentasi, bukan asam tajam. - Tekstur:
Singkong harus lembut dan kenyal, tidak terlalu keras atau lembek. - Kemasan:
Jika membeli untuk oleh-oleh, pilih kemasan rapat agar peuyeum tetap segar saat dibawa pulang. - Beli di Penjual Terpercaya:
Pasar tradisional Bandung seperti Cihampelas, Lembang, atau toko oleh-oleh ternama menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan peuyeum berkualitas.
Peuyeum dan Budaya Lokal
Peuyeum tidak hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari budaya Sunda dan tradisi kuliner Jawa Barat. Banyak keluarga di Bandung masih membuat peuyeum secara tradisional untuk konsumsi sehari-hari atau acara khusus. Proses pembuatan peuyeum yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi bentuk pelestarian budaya kuliner lokal.
Selain itu, peuyeum juga menjadi simbol kreativitas masyarakat Bandung, karena banyak inovasi modern yang muncul dari camilan tradisional ini, mulai dari olahan kue hingga produk makanan ringan kekinian.
Kesimpulan
Peuyeum Bandung adalah ikon kuliner Jawa Barat yang memadukan rasa manis alami, tekstur lembut, dan aroma fermentasi khas. Lebih dari sekadar camilan, peuyeum memiliki nilai sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakat Sunda. Dari proses pemilihan singkong berkualitas, pengukusan, hingga fermentasi alami, setiap langkah mencerminkan tradisi dan ketelitian tinggi.
Sebagai camilan atau oleh-oleh, peuyeum tetap relevan dan dicintai oleh berbagai generasi. Inovasi modern yang memanfaatkan peuyeum sebagai topping kue, kripik, atau camilan kreatif menunjukkan bahwa makanan tradisional bisa terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Bagi wisatawan maupun penduduk lokal, menikmati peuyeum Bandung bukan hanya soal rasa manis yang lezat, tetapi juga menyelami cerita, budaya, dan kreativitas di balik setiap gigitan. Ini menjadikan peuyeum lebih dari sekadar makanan—ia adalah warisan kuliner yang ikonik dan tak lekang oleh waktu.